Minggu, 13 Maret 2011

ulah nakal penumpang kRL

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api akan meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk meminimalisir pelemparan batu ke kereta yang kerap dilakukan oleh siswa. Selama ini, sebagian besar pelaku pelemparan batu ke kereta adalah anak-anak dan remaja.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepada Daop I PT KA, Mulyanta saat berlangsung pertemuan PT KA dengan Komunitas KRL Mania di Kantor KRL Commuter Jabodetabek Jakarta, Selasa (8/12). "Kebanyakan yang melempar memang anak kecil atau remaja. Kalau ditangkap, nanti masalah lagi. Ke depan kita akan sosialisasi ke sekolah-sekolah," ujar Mulyanta.

Dalam pertemuan PT KA dengan Komunitas KRL Mania tersebut, seorang anggota Komunitas KRL Mania bercerita tentang pengalaman-pengalaman nakal penumpang kereta. Salah satunya, ulah penumpang yang mengunci pintu kereta AC dengan menggunakan kunci duplikat atau bahkan kunci motor.

"Mereka pakai kunci khusus. Bahkan untuk seri (KA) 8000 bisa pakai kunci motor. Kebanyakan kereta dari bogor," ujar anggota KRL Mania, Rosmana. Menanggapi hal itu, PT KA mengakui memang ada oknum penumpang yang mengunci pintu kereta demi kenyamanan mereka. Para oknum tersebut secara bertahap harus diamankan.

"Iya, biasanya supaya mereka nyaman. Biasanya di gerbong-gerbong ujung. Saya kira memang secara bertahap oknumnya harus diamankan," ujar Mulyanta. Hari ini, PT KA berdialog dengan pengguna kereta api yang tergabung dalam Komunitas KRL Mania untuk membahas masalah perkeretaapian saat ini.






sumber : www.kompas.com





(fatma ambar sari,2eb10 , softskill aspek hukum dalam ekonomi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar