Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

tak ku sesali

Takkan pernah bisa
Kulupakan semua
kenangan indah ini
Kenangan yang bersamanya

Ku ingin bersama
Walaupun ku tau itu tak mungkin bisa
Untuk menatap saja aku tak mampu
Apalagi harus bersama

Kau bukanlah untukku
Bukanlah jodohku
Bukanlah juga yang terbaik untukku
memang kita diciptakan hanya bersahabat

Tetapi tak pernah ku sesali
Saat-saatku pernah bersama
Tertawa bahagia bersama
Walau hanya sementara.

kenangan nonton konser 2PM



ini adalah pengalaman pertamaku nonton sebuah konser , "AWESOME" adalah kata yang keluar dari pikiran dan mulutku untuk konser ini, konser yang luar biasa, konser yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh Hottest (panggilan untuk fans boyband 2PM). yapzz ini adalah konser salah satu boyband yang berasal dari Negara Ginseng yaitu Korea Selatan. begitu banyak kata dan kalimat yang keluar untuk menggambarkan kemegahan dan kesuksesan konser satu ini.
konser yang luar biasa dengan penjualan tiket yang luar biasa pula benar-benar luar biasa dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. oke sebelum diceritakan tentang pengalamanku mari diperkenalakan siapa dan apa itu 2PM
2PM adalah salah satu boyband berasal dari korea Selatan yang bernaung di sebuah management ternama di korea yaitu JYP Entertainment yang telah melahirkan artis-artis berbakat salah satunya yaitu adalah 2PM.
2PM sendiri memiliki 7 member tapi sekarang hanya memiliki 6 member yaitu, Taecyon, Nichkhun, Junsu, Junho, Wooyoung dan Chansung. mereka asli ganteng-ganteng loh, :)
selain ganteng, keren tapi mereka juga berbakat maka dari itu mereka banyak fans nya salah satunya adalah aku sendiri :) .

konser dimulai jam 20.00 wib tapi sudah sebagian orang sudah datang dari pagi termasuk aku yang jam 8 pagi sudah standby di venue, kebetulan tempat berlangsungnya konser itu di JITEC Mangga dua square sudah dipenuhi Hottest yang ingin menonton konser ini, terutama yang menontn dikelas Festival otomatis berebut untuk dapat paling depan.
jam 6 sore kami semua baru diperbolehkan masuk kedalam venue dan alhamdulilah aku dan rombongan teman-temanku mendapat tempat paling depan, 2jam kami menunggu untuk konser dimulai dan akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba semua orang yang didalam meneriaki nama member masing-masing dan meneriaki 2PM -2PM-2PM. benar-benar penuh saat itu sekitar pukul 20.15 wib konser pun dimulai dengan diawali lagu HOT suasana JITEC jadi panas dan semakin panas ketika mereka memperkenalkan diri konser berlangsung kurang lebih 2jam dan konser diakhiri lagu Thank you semua Hottest ikut bernyanyi dan ada juga yang sampai menitikan air mata karna terharu dan mereka berjanji akan datang dan menggelar konser lagi disini.
ini adalah sebuah kenangan terindah tahun 2011 yang tak akan bisa dilupakan, thank you mama yang udah ijinin buat nonton konser ini besok-besok bolehin nonton lagi yah :)

Selasa, 20 Desember 2011

“CANDY”

Namaku candy, entah mengapa orang tuaku memberikan ku nama candy mungkin ayah dan bundaku sangat menyukai permen, kisah hidupku tidak semanis permen yang sering aku makan tapi memang tidak semua permen itu berasa manis, ada yang rasa pedas, asin dan asam begitupun dengan hidupku. Meskipun hidupku tak semanis permen tapi aku cukup bahagia, aku duduk dibangku sekolah dasar kelas 3 SMA . tidak ada yang special dari diriku, aku gadis yang biasa-biasa saja . aku tidak memiliki pacar ataupun teman dekat pria seperti kebanyakan teman-teman seumuranku, walaupun seperti itu aku tetap bahagia dengan hidupku,

Aku hanya tinggal berdua dengan bunda, ayah telah lama tiada meninggalkan kami sejak aku berumur 3bulan jadi selama ini bundalah yang menjadi kepala keluarga semua biaya hidup kami semua dia yang menanggungnya, aku kagum pada bunda, bunda sangat kuat dan tegar menghadapi semua ini, bunda bekerja dari pabrik yang satu ke pabrik yang lain sebagai tambahan bunda membuat kue-kue basah utuk dijual di kantin tempat bunda bekerja dan juga kantin sekolah ku, aku tak pernah malu menjalani hidup yang sangat sederhana yang terpenting buatku adalah bunda selalu disampingku dan selalu mendukungku. Aku sangat tertarik dengan yang berbau KOREA dari lagu-lagunya, budaya, film, makanan sampai orang-orangnya pun aku tertarik, sampai aku memiliki mimpi ingin pergi kesana dan tinggal disana tapi itu hanyalah sebuah mimpi yang sulit untuk menjadi nyata. Karena aku sadar untuk pergi kesana saja membutuhkan biaya yang sangatlah besar apalagi harus tinggal disana, maka dari itu bisa pergi kesana hanya sebuah mimpi bagiku.

Jam dinding dikamarku sudah menunjukan pukul 12 malam aku masih saja sibuk dengan tugas-tugas sekolahku , sebenarnya kalau aku belajar lebih sore lagi aku tidak akan belajar sampai larut malam begini tapi sorenya hingga jam 10 malam aku harus membantu bunda membuat kue yang harus dijual besok pagi, kue adalah biaya tambahan untuk membiayai hidup kami, dan kue-kue itu dijual sebagian dikantin sekolahku dan sebagian lagi dijual di warung-warung dekat rumah dan kantin tempat bunda berkerja untuk hasilnya lumayanlah untuk ku dan bunda. Rasanya mataku sudah tidak kuat lagi untuk membaca semua tulisan dibuku matematikaku untuk tugas pelajaran yang satu itu telah selasai ku kerjakan bergegas ku rapikan semua buku-buku yang ada di atas meja belajarku dan ku rapikan semua buku-buku yang harus aku bawa besok

Ku jatuhkan tubuhku kekasur kesayanganku dan kubiarkan diriku berkhayal seperti biasanya aku selalu berkhayal jika aku bisa kuliah dan tinggal di seoul dan bisa bertemu dengan idolaku yah siapa tau jodohku ada disana atau mungkin salah satu dari idolaku, aku tersenyum dalam khayalanku semakin aku terlarut dalam khayalanku akhirnya aku tertidur, seperti itulah ritualku sebelum tidur.

“candy” panggil sebuah suara yang lembut dari luar kamar , dan aku segera terbangun “iya , bunda” jawabku setengah berteriak dan bergegas membuka pintu kamar “ayo cepat mandi, siap-siap kamu harus sekolahkan” ucap bunda padaku ketika ku membuka pintu kamarku sambil merapihkan rambutku. “iya bunda, makasih yah udah dibangunin” ucapku pada bunda sambil tersenyum dan bunda membalas senyumku sambil kembali kedapur

Seperti biasanya sebelum aku berangkat sekolah aku pamitan dulu ke ibuku sambil mengambil kue bagianku untuk dititipkan dikantin sekolah, oiya kue-kue bikinan bunda sudah terkenal satu disekolahku kata teman-teman dan guru-guruku sampai satpam dan penjaga sekolah bilang kalau kuenya enak dan mereka langganan kue-kue bunda,

Sekolah lumayan jauh dari rumah, untuk sampai kesana aku harus naik angkot ataupun bus hari ini aku memutuskan naik angkot saja biar dapat tempat duduk pasalnya selain membawa kue yang akan dijual dikantin aku juga membawa pesanan bu Reni. Bu Reni itu adalah guru BK ku disekolahku aku sering curhat dengannya yah tentang apa saja sampai impianku bisa kuliah dan tinggal di Negara Gingseng itu. Dan bu Reni selalu mendukungku akan impianku itu aku suka sekali bu Reni dia wanita yang baik, ramah dan bersahaja tidak ketinggalan dia juga cantik. Aku ingin sekali seperti bu Reni.

Akhirnya aku sampai juga di sekolahku tercinta SMA SMENT hanya memerlukan waktu setengah jam untuk sampai disekolah hari ini tapi biasanya bisa hampir satu jam aku sampai disekolah karena macet tapi untung hari ini tidak . sebelum aku kekelas aku bergegas kekantin biasanya disana sudah banyak yang menunggu kue jualanku dan setelah aku menaruh kue-kue itu aku langsung keruangan bu Reni untuk memberikan kue pesanannya. Ternyata bu Reni sudah ada didalam ruangnya . “permisi bu” ucapku sopan

“iya sini masuk can” jawabnya dengan ramah dan dibarengi senyum manisnya

“ini bu kue pesanan bu Reni”

“wah , terimakasih ya can” ucap bu Reni sambil mengambil kuenya “oiya can nanti istirahat kamu kesini lagi ya” lanjut bu reni sambil tersenyum

“memangnya ada apa bu” tanyaku penasaran “kenapa tidak sekarang saja” ujarku karna penasaran

“dasar kau ini” gumam bu Reni sambil mencubitku pelan “pokoknya nanti jam istirahat kamu kesini ya” jawab bu Reni

“ya ibu memang paling bisa bikin saya penasaran tapi baiklah bu nanti saya akan kesini lagi “ ucapku

“kalau begitu saya pamit ya bu kekelas” pamitku pada bu Reni dan bu reni punya tersenyum manis

Bel istirahat pun berbunyi tandanya pelajaran dihentikan beberapa menit, tanpa buang-buang waktu aku segera membereskan buku-buku yang ada dimeja dan memasukan kedalam tas. Setelah selesai aku langsung keluar meninggalkan kelas untuk menuju ruang BK atau ruang bu Reni karena aku sudah janji untuk datang keruanganya saat jam istirahat lagi pula aku penasaran sebenarnya apa yang ingin bu Reni katakana padaku. Sepanjang perjalanan menuju ruang BK aku menerka-nerka apa yang ingin dikatakan bu Reni, kalau bisa dibilang aku sangat takut tapi penasaran,

Akhirnya sampailah aku didepan ruang BK, dengan rasa takut dan penasaran segera ku ketuk pintu ruang BK, ada suara lembut yang sering aku dengar menyuruhku masuk kedalam ruangan itu . segera aku masuk dan menutup kembali pintu yang ku buka tadi.

“ayo sini Candy, pasti kamu sudah penasaran ya” goda bu Reni padaku

“iya bu” ucapku “memangnya ada apa sih bu, saya dipanggil keruang ibu?” tanyaku “apa saya melakukan kesalahan atau” belum aku selesai berbicara bu Reni memotongnya

“aduh kamu ini cerewet sekali ya” ujar bu Reni “ ibu memanggil kamu kesini karna ada satu hal” lanjutnya “apa kamu masih ingat akan cita-cita dan impianmu?” tanyanya padaku sambil tersenyum manis dan rasa takut itu pun hilang

“tentu bu, saya amat sangat ingat akan hal itu dan tak akan pernah melupakannya” jawabku antusias “yah, walaupun tak akan mungkin bagi saya untuk kuliah apalagi tinggal disana”lanjutku lemas bu Reni mendekat padaku dan memegang tanganku

“candy sayang tidak ada yang tak mungkin didunia ini jika tuhan sudah berkata iya maka akan terjadi” ucapnya “sekalipun batu yang keras bisa mejadi lunak jika dia menginginkannya, semuanya bisa terjadi”lanjutnya sambil tersenyum

“jadi maksud dari ini semua apa bu?”tanyaku dengan polosnya

“jadi semua cita-cita dan impian yang kamu bilang itu tidak mungkin belum tentu tidak mungkin selama kita mau berusaha dan berdoa” jawbnya “dan kamu tahu candy ada teman ibu yang bekerja dikedutaan besar Indonesia untuk korea membuka pendaftaran beasiswa untuk kuliah disana dan uang saku kamu sampai lulus menjadi sarjana”

Dengan antusiasnya akupun senang mendengarnya tapi uang dari mana aku untuk biaya pendaftaran minta bunda tidak mungkin aku tidak ingin menambah uang pengeluarannya.

“menurut ibu kamu cocok ikut test beasiswa itu, nilai kamu pun diatas rata-rata” katanya sambil menatapku

“tapi bu uang darimana untuk biaya paspor jika nanti aku dikatakan lulus” ucapku pelan

“candy ini semua gratis”ucapnya “biaya pendaftaran,paspor dan visa semuanya sudah ditanggung”lanjutnya sambil tersenyum “jadi kamu harus ikut mencobanya untuk masalah ijin ibumu dan transport biar ibu yang urus”katanya senang , aku sangat senang bu Reni mau membantuku untuk meraih cita-citaku. bu Reni bagaikan malaikat yang diciptakan Tuhan untuk menjagaku diluar rumah.

“baiklah kalau begitu mulai hari ini semua akan ibu atur dan kamu harus mempersiapakan diri kamu” ucapnya “yasudah sekarang mendingan kamu pergi kekantin, pasti kamu laparkan”

“baik bu, terima kasih bu”

Aku pun pergi keluar ruangan itu dan bergegas kekantin untuk membeli minuman dan sepiring somay, istirahat masih 20 menit lagi. Cukuplah pikirku untuk makan somay saja. Aku duduk dibangku pojok kantin karena itu adalah tempat favoritku

“candyyyyyy!!!!!!” teriak Tita sambil duduk didepanku

“ih Tita kamu tuh nggak bisa apa kalau nggak pake teriak” ujarku

“maaf deh cantik, abis aku seneng banget ketemu kamu” godanya

“pasti ada sesuatu deh ini “

“nggak ada kok” ucapnya “can, kamu tuh kemana aja sih aku cari-cari juga “ tanyanya

“tadi aku dipanggil bu Reni” jawabku sambil melahap somay dipiringku “memangnya ada apa sih Ta “ tanyaku

“nggak Cuma kangen aja” jawabnya asal “oiya can, mama aku mau pesen Lapis Surabaya 2 loyang kira-kira bisa kan can” lanjutnya

“memang kue nya buat kapan ta?”

“buat hari minggu”jawabnya “gimana can bisa ngga”

Oke bisa kok lagian besokkan libur jadi aku bisa bantu bunda buat kue”jawabku “kue nya mau dianter atau gimana nih”

“nggak usah dianterin can, nanti aku aja yang datang kerumah kamu”jawab tita sambil tersenyum

Tak terasa makanan dan minuman yang ada di piring dan gelasku sudah habis dan bel pun berbunyi itu tandanya pelajaran akan segera dilanjutkan aku dan Tita segera pergi kekelas kami dan begitupun anak-anak yang lainnya.

***

Semua urusan untuk mengikuti test beasiswa di Korea sudah diurus oleh bu Reni dan pihak kedubes pun sudah menetapkan hari dan tanggal ujiannya. Tinggal 2 hari lagi aku sudah merasa nervous dengan semua ini entah kenapa aku seperti ini tapi rasanya aku tidak ingin mengecewakan semua orang yang telah mendukungku terutama bunda dan bu Reni. Aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk test ku ini dan semoga semua doaku dan orang-orang yang mendukungku bisa terkabul kalaupun nantinya aku gagal aku anggap saja itu bukan rejeki ku. Bu Reni selalu mengingatkanku untuk menjaga kesehatanku dan belajar paling penting adalah berdoa untuk diberikan yang terbaik.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, aku ikut test yang sudah dijadwalkan satu demi satu test aku lalui dengan baik dan akhirnya tinggal menunggu hasil akhir yaitu pengumuman lulus atau tidaknya.

Dalam hatiku sangat berharap itu semua berhasil tapi di lain sisi aku sangat pesimis tidak lulus pasalnya begitu banyak yang mengikuti test ini dan mereka sangat pandai dan tiba saat-saat yang ditunggu-tunggu jika dia yang beruntung maka surat akan datang kerumah pada hari itujuga dari pagi hingga malam aku tunggu, apakah pak pos akan datang kerumahku dan memberika surat yang ku tunggu-tunggu tapi sepertinya pak pos tak kunjung datang . aku pasrah dan sedikit rasa kecewa dihatiku. Bunda selalu berusaha menghiburku sebenarnya aku malu pada bunda, bu Reni dan juga teman-teman yang sudah mendukungku. Aku duduk melamun di teras rumahku malam ini dan in I adalah hal yang jarang aku lakukan.

“candy, ngapain kamu malam-malam disini” Tanya bunda sambil mendekati aku dan mengelus-elus rambut panjangku

“candy, Cuma cari angin bunda” jawabku sambil melempar senyum pada bunda bagaiman pun aku tidak ingin menampilkan raut wajah sedih dan kecewaku.

“angin kok dicari, aneh ah kamu” ujar bunda tersenyum

“bunda maafin candy ya, candy gagal” kataku sambil memeluk bunda

“maaf buat apa can?” Tanya bunda

“candy gagal bunda” jawabku singkat ,masih dalam pelukan bunda

“candy sayang, terkadang apa yang kita inginkan tak sesuai dengan apa yangkita harapkan” ucap bunda “ambil hikmah dari semua ini , tuhan tau mana yang terbaik buat kamu”lanjutnya “kamu harus percaya pasti Tuhan telah merencanakan semuanya buat kamu yang lebih indah “

“mungkin aku tidak ditakdirkan untuk disana yah bunda” cetusku pelan

“bukan tidak tapi belum. Itu baru yang benar” ucap bunda “bunda yakin insyaallah kamu pasti bisa kesana tapi tidak tau kapan” hibur bunda “kamu masing ingatkan dengan pepatah banyak jalan menuju roma”Tanya bunda aku hanya mengangukan kepala “nah pepatah itu yang harus kamu pahami pasti banyak jalan menuju korea, jalan yang ini gagal masih ada jalan yang lain kan” ucap bunda bijaknya aku mulai tenang dan bisa menerima itu semua “sudah mendingan kamu mempersiapkan diri buat ujian kelulusan kamu kan “ lanjut bunda

“iya bunda, makasih yah bunda selalu ada buat candy” ucapku sambil memeluk bunda lagi

“sudah mendingan kita masuk yuk nanti masuk angin lama-lama diluar”

Bunda memang ibu yang paling pengertian dia slalu membelaku dan memberikan semangat untukku yang paling penting bunda selalu mendukungku, I love you bunda J

***

Akhirnya aku lulus SMA juga bebas aku dari peraturan sekolah dan seragam-seragam sekolahku kini aku bukan anak-anak lagi. Ini adalah hidup baru ku, aku memilih untuk bekerja padahal bunda sudah bertanya aku mau kuliah dimana tapi aku bersikeras untuk bekerja aku ingin memiliki penghasilan sendiri dan tidak ingin menyusahkan bunda lagi paling penting ingin membantu bunda. Bulan demi bulan ku lalui aku bekerja di sebuah perusahaan swasta, bisa dibilang aku bekerja disana juga berkat bantuan malaikat cantiku yaitu bu Reni, dia yang membantuku untuk bekerja disana karena suami bu Reni bekerja disana, aku usahakan memberikan yg terbaik untuk perusahaan itu aku tidak ingin mengecewakan bu Reni dan suami nya yang telah membantu aku, dengan keuletan aku dan kedisiplinan aku, aku dibiayai kuliah walaupun hanya D3 tapi itu sudah cukup berharga bagiku, aku juga bisa membantu bunda mengontrak sebuah toko untuk berjualan kue, bunda sudah tidak bekerja dan memutuskan untuk berjualan kue, alhamdulilah kue-kue jualan bunda diterima dengan baik.

Dengan ijazah D3 ku, aku pindahkan kesalah satu kantor cabang disalah satu Negara, aku tidak tau mau dipindahkan kemana yang pasti aku bingung jika aku pergi berarti aku meninggalkan bunda sendiri disini aku benar-benar bingung. Tapi untungnya bunda benar-benar baik dan sangat bijak bunda selalu mendukungku dan menyuruhku untuk menerima tawaran itu kata bunda kesempatan tidak datang dua kali dalam hidup, belum tentu aku besok dapat tawaran itu lagi, bunda selalu meyakinkan aku begitu pun bu Reni. Bu Reni bagaikan ibu keduaku, aku sangat menyayangi kedua wanita tersebut. Bu reni berjanji menjaga bunda disini dan membuat aku lega mendengarnya.

Dan akhirnya aku menerima tawaran untuk dipindahkan dicabang di luar negeri, yaAllah sungguh terkejutnya aku ketika Bos ku mengucapkan satu Negara yaitu “korea Selatan” itu adalah impianku, cita-citaku sebentar lagi akan menjadi kenyataan benar apa kata pepatah yang bunda katakan “banyak jalan menuju Roma” dan bagiku banyak jalan menuju Seoul, sungguh aku tak percaya akan apa yang aku dengar aku akan dipindahkan ke salah satu cabang di Seoul, terimakasih yaAllah kau memberikan kisah yang indah untuk hidupku, sebuah kegagalan diawal dan berakhir kebahagian, aku percaya Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan dan yang paling penting Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang indah untuk setiap umatnya dan salah satunya adalah aku “CANDY” J :).





FATMA AS, TUGAS BAHASA INDONESIA

Kamis, 03 November 2011

Jay park rilis single GirlFriend


Setelah merilis 'Take A Deeper Look' April 2011 lalu, rapper Jay Park akhirnya merilis single baru. Single yang bertitel 'Girlfriend' itu sudah dijual di berbagai situs penjualan online mulai hari ini, Kamis (3/10/2011).

'Girlfriend' berkisah tentang seorang pria yang tidak bisa menyembunyikan emosi pada kekasihnya. Lagu tersebut bergenre R7B dengan melodi orkestra dan sedikit lantunan piano.

Dalam single itu, Jay membawa konsep yang sedikit berbeda dari lagu-lagu yang pernah ia buat. Dari 'Abandoned' yang "meledak-ledak", Jay berubah menjadi seorang pria yang lebih dewasa dan kalem.

Seperti lagu-lagu sebelumnya, Jay masih menulis sendiri lirik lagu itu. Kali ini dibantu oleh duo asal Amerika Da Beatfreakz.

Lewat akun Twitter pribadinya Jay juga mengumumkan akan merilis video klip 'Girlfriend' beberapa hari lagi. Teasernya sendiri sudah dirilis 1 November lalu lewat saluran Youtube resmi Jay Park.






sumber : http://hot.detik.com/music/read/2011/11/03/124949/1759278/1180/jay-park-rilis-single-girlfriend?%20h991103212

struktur kalimat

Kalimat adalah:Satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan.Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.

1. Ciri-Ciri Subjek

* Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.
Contoh :
1. Juanda memelihara binatang langka
Siapa memelihara? Jawab : Juanda. (maka juanda adalah S sedangkan
memelihara adalah )
Siapa atau apa Binatang langka ? = tidak ada jawaban
2. Meja itu dibeli oleh paman.
Apa dibeli ? = jawab Meja

¨ Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)

Contoh : Anak itu mengambil bukuku
S P
2 Ciri-Ciri Predikat

¨ Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.

Dalam hal ini jika predikat maka dengan pertanyaan tersebut akan ada jawabannya.
Perhatikan pada Subyek diatas. Subyek dan predikat ditentukan secara bersama-sama.

¨ Kata Adalah atau Ialah
Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Kalimat dengan Predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.

¨ Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau.
3 Ciri-Ciri Objek

Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.

¨ Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.

¨ Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif

Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.

¨ Didahului kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.
4 Ciri-Ciri Pelengkap

Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Berikut ciri-ciri pelengkap.

¨ Di Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.

a) Diah mengirimi saya buku baru.
b) Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.
Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat.

· Hasil jawaban dari predikat dengan pertanyaan apa.
Contoh :
a. Pemuda itu bersenjatakan parang.
Kata parang adalah pelengkap.
Bersenjatakan apa ? jawab parang ( maka parang sebagai pelengkap )

b. Budi membaca buku.
Membaca apa ? jawab buku (buku sebagai obyek karena dapat
menempati Subyek)
5 Ciri-Ciri Keterangan

Ciri keterangan adalah dapat dipindah –pindah posisinya . perhatikan contoh berikut:

Cintya sudah membuat tiga kue dengan bahan itu.

S P O K

Dengan bahan itu Cintya sudah membuat tiga kue .
Cintya dengan bahan itu sudah membuat tiga kue.

Dari jabatan SPOK menjadi KSPO dan SKPO .Jika tidak dapat di pindah maka bukan keterangan.











sumber : http://jajawilsa.blogspot.com/2009/05/struktur-kalimat-bahasa-indonesia.html

kalimat pasif

Kalimat Pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan atau dikenai perbuatan.

Ciri-ciri :
1. Subjeknya sebagai penderita.
2. Predikatnya berawalan di-, ter-, atau ,ter-kan.
3. Predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata
kerja yang kehilangan awalan).



contoh :

Novel dibaca Andi di kamar. (kalimat pasif)
S P O K

Cerita saya tulis di teras rumah. (pasif)
S P O K

Buku itu sudah kubeli. (pasif)
S O P K





SUMBER : http://jajawilsa.blogspot.com/2009/05/kalimat-aktif-dan-pasif.html

kalimat aktif

Kalimat aktif adalah Kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan atau melakukan perbuatan.

Ciri-ciri :
1. Subjeknya sebagai pelaku.
Helsa Situmorang membaca buku. (Helsa sebagai pelaku)
2. Predikatnya berawalan me- atau ber-.
3. Predikatnya tergolong kata kerja aus.Contoh :
1. Adik membaca buku.
2. Tatang bermain bola.
3. Yuli mandi di kolam renang.
4. Wawan telah membeli buku gambar.

Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :
1. Subjek akan menjadi Objek
2. Predikat berimbuhan me – ~ di-
3. Bila subjeknya berupa kata ganti orang pada kalimat aktif maka predikat pada kalimat aktif tidak menggunakan awalan di-. Kata ganti orang tersebut diletakkan sebelum predikat tanpa imbuhan.






sumber : http://jajawilsa.blogspot.com/2009/05/kalimat-aktif-dan-pasif.html

majas

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis Majas perbandingan

1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
2. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
3. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
4. Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
5. Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
6. Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
7. Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
8. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
9. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
10. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
11. Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
12. Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
13. Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
14. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
15. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
16. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
17. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
18. Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
19. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
20. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
21. Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
22. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
23. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

Majas sindiran

1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
2. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
3. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
4. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
5. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

Majas penegasan

1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
3. Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.

Majas pertentangan

1. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
3. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
4. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
5. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.







sumber : http://jajawilsa.blogspot.com/2009/05/majas.html

Unsur-unsur Resensi

Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:

1. Membuat judul resensi

Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.

2. Menyusun data buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut:

a. judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.);

b. pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);

c. penerbit;

d. tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);

e. tebal buku;

f. harga buku (jika diperlukan).

3. Membuat pembukaan

Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:

a. memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;

b. membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;

c. memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;

d. memaparkan keunikan buku;

e. merumuskan tema buku;

f. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;

g. mengungkapkan kesan terhadap buku;

h. memperkenalkan penerbit;

i. mengajukan pertanyaan;

j. membuka dialog.

4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku

Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:

a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;

b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;

c. keunggulan buku;

d. kelemahan buku;

e. rumusan kerangka buku;

f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);

g. adanya kesalahan cetak.

5. Penutup resensi buku

Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.










sumber : http://jajawilsa.blogspot.com/2009/05/pengertian-resensi.html

Resensi

Kata "Resensi" berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja "revidere" atau "recensere" yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie.


Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.

Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.

1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.

Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.









Sumber :
http://jajawilsa.blogspot.com/2009/05/pengertian-resensi.html
http://www.lintasberita.com/Lifestyle/Pendidikan/pengertian-resensi

cinta idola

pertama ku melihatmu belum ku suka
kedua kumelihatmu biasa saja
ketiga kumelihatmu mulai ada yang beda
keempat ku melihatmu ku senyum-senyum
kelima ku melihatmu ku suka padamu
ku cinta padamu
oh tuhan tolonglah aku mengapa ada rasa aneh ini
aku tak tauhu aku pun bingung , mengapa- mengapa
rasa ini tumbuh dihati
melihatmu diam aku tergila-gila
melihatmu tersenyum aku makin gila
oh tuhan ku tolong aku bisa-bisa aku jadi orang gila
hae aku sadar aku tak bisa memilikimu
aku tak bisa bersamamu, aku tak bisa menyentuhmu
tapi aku bahagia bisa mencintaimu ,bisa mengenalmu walau dalam tv







Karya : Fatma As

takkan pernah bisa

tak pernah ku kira bahwa akhirnya
aku jatuh cinta dengan dirinya
yang takkan pernah bisa aku miliki
seumur hidupku hingga akhir hidupku

oh.., mengapa rasa ini datang dihatiku aku tak mengerti
ku kenal dengan dirimu tapi kau tak kenal aku sampai kapanpun
begitu banyak yang mencintaimu
begitu banyak yang inginkan kamu

ku tak pernah bisa menyentuhmu
ku tak pernah bisa bersamamu
hanya bisa melihatmu dari jauh
kau pangeran impian hatiku
yang bisa ku miliki hanya dalam khayalku







Karya : Fatma As.

sahabat terbaik

awalnya aku tak mengenal kalian
awalnya aku tak tautentang kalian
tapi karena kuasa tuhan aku bisa
kenal dan dekat dengan kalian
baru aku sadari kalianlah teman terbaik untukku

terimakasih tuhan kau memberikan
sahabat-sahabat yang baik untukku
terimakasih tuhan kau ijinkan aku
kenal dengan mereka bisa tertawa dengannya
dan menangis bersama mereka

ku bisa tertawa bersama kalian
ku bisa menangis juga bersama kalian
karena satu kesamaan kita bisa
dekat seperti ini.







karya : Fatma AS.

POLA SUSUNAN KERANGKA KARANGAN

Pola susunan yang paling utama adalah pola alamiah dan pola logis .

Pola Alamiah
Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit – unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu urutan berdasarkan waktu ( urutan kronologis ), urutan berdasarkan ruang ( urutan spasial ), dan urutan berdasarkan topik yang sudah ada .

a. Urutan Waktu ( kronologis )
Urutan waktu atau urutan kronologis adalah urutan yang di dasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap – tahap kejadian . Yang paling mudah dalam urutan ini adalah mengurutkan peristiwa menurut kejadiannya atau berdasarkan kronologinya.

Suatu corak lain dari urutan kronologis yang sering di pergunakan dalam roman, novel, cerpen, dan dalam bentuk karangan naratif lainnya, adalah suatu variasi yang mulai dengan suatu titik yang menegangkan, kemudian mengadakan sorot balik sejak awal mula perkembangan hingga titik yang menegangkan tadi .

Urutan kronologis adalah urutan yang paling umum, tetapi juga merupakan satu – satunya cara yang kurang menarik dan paling lemah .

b. Urutan Ruang ( Spasial )
Urutan ruang atau urutan spasial menjadi landasan yang paling penting, bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . Urutan ini terutama di gunakan dalam tulisan – tulisan yang bersifat deskriptif .

c. Topik yang ada
Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . Suatu barang, hal, atau peristiwa suadh di kenal dengan bagian – bagian tertentu . Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian – bagian itu harus di jelaskan berturut – turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian – bagiannya itu .

Pola Logis
Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang inheren dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis .

Macam – macam urutan logis yang dikenal :
Urutan Klimaks dan Anti Klimaks
Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol . Bila posisi yang paling penting itu berada pada akhir rangkaian maka urutan ini di sebut klimaks . Dalam urutan klimaks pengarang menyusun bagian – bagian dari topik itu dalam suatu urutan yang semakin meningkat kepentingannya, dari yang paling rendah kepentingannya, bertingkat – tingkat naik hingga mencapai ledakan pada akhir rangkaian .

Urutan yang merupakan kebalikan dari klimaks adalah anti klimaks . Penulis mulai suatu yang paling penting dari suatu rangkaian dan berangsur – angsur menuju kepada suatu topik yang paling rendah kedudukan atau kepentingannya .

Urutan Kausal
Urutan kausal mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat, dan urutan akibat ke sebab . Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab, yang kemudian di lanjutkan dengan perincian – perincian yang menelusuri akibat – akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan – persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya .

Sebaliknya, bila suatu masalah di anggap sebagai akibat, yang di landaskan dengan perincian – perincian yang berusaha mencari sebab – sebab yang menimbulkan masalah tadi, maka urutannya merupakan akibat sebab .

Urutan Pemecahan Masalah
Urutan pemecahan masalah di mulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut . Sekurang – kurangnya uraian yang mempergunakan landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu deskripsi mengenai peristiwa atau persoalan tadi, dan akhirnya alternative – alternative untuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi tersebut .

Dengan demikian untuk memecahkan masalah tersebut secara tuntas, penulis harus benar – benar menemukan semua sebab baik yang langsung maupun yang tidak langsung bertalian dengan masalah tadi . Setiap masalah tersebut tidak bisa hanya terbatas pada penemuan sebab – sebab, tetapi juga harus menemukan semua akibat baik yang langsung maupun yang tidak langsung, yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kelak .

Urutan Umum – Khusus
Urutan umum – khusus terdiri dari dua corak yaitu dari umum ke khusus, atau dari khusus ke umum .

Urutan yang bergerak dari umum ke khusus pertama – tama memperkenalkan kelompok – kelompok yang paling besar atau yang paling umum, kemudian menelusuri kelompok – kelompok khusus atau kecil .

Urutan khusus – umum merupakan kebalikan dari urutan di atas. Penulis mulai uraiannya mengenai hal – hal yang khusus kemudian meningkat kepada hal – hal yang umum yang mencakup hal – hal yang khusus tadi, atau mulai membicarakan individu – individu kemudian kelompok – kelompok . Urutan ini merupakan salah satu urutan yang paling lazim dalam corak berpikir manusia .

Urutan umum – khusus dapat mengandunug implikasi bahwa hal yang umum sudah di ketahui penulis, sedangkan tugasnya adalah mengadakan identifikasi sejauh mana hal – hal yang khusus mengikuti pola umum tadi . Sebaliknya urutan khusus – umum dapat mengandung implikasi bahwa hal khusus maupun umum sama sekali belum di ketahui . Urutan umum – khusus ini sebenarnya dapat mencakup pula urutan sebab – akibat, klimaks, pemecahan masalah . Atau dapat pula mengambil bentuk klasifikasi, atau ilustrasi . Dalam ilustrasi mula – mula di kemukakan suatu pernyataan yang umum, kemudian di ajukan penjelasan – penjelasan dan bila perlu di kemukakan ilustrasi – ilustrasi yang dapat berbentuk contoh, atau perbandingan dan pertentangan.

Urutan familiaritas
Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah di kenal, kemudian berangsur – angsur pindah kepada hal – hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Dalam keadaan – keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi.

Urutan akseptabilitas
Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah di kenal atau tidak oleh pembaca, maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca, apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca.

Suatu hal yang perlu di tegaskan di sini sebelum melangkah kepada persoalan yang lain, adalah bahwa tidak ada keharusan untuk mempergunakan pola kerangka karangan yang sama dalam seluruh karangan. Konsistensi harus terletak dalam tingkatan serta satuan yang sama. Misalnya bila pada topik – topik utama telah di pergunakan urutan waktu ( kronologis ), maka pengarang harus menjaga agar hanya topik – topik yang mengandung urutan waktu saja yang dapat di sajikan dalam topik utamanya. Satuan – satuan topik bawahan dapat mempergunakan urutan lain sesuai dengan kebutuhannya.






sumber : http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/struktur-karangan-ilmiah/

MANFAAT KERANGKA KARANGAN

Mengapa metode ini sangat di anjurkan kepada para penulis, terutama kepada mereka yang baru mulai menulis ? Karena metode ini akan membantu setiap penulis untuk menghindari kesalahan- kesalahan yang tidak perlu dilakukan atau secara terperinci dapat dikatakan bahwa outline atau kerangka karangan dapat membantu penulis dalam hal – hal berikut :
1.Untuk menyusun karangan secara teratur .
2.Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda – beda .
3.Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih .
4.Memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu .

Kerangka karangan merupakan miniatur atau dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, di analisis, dan dipertimbangkan secara menyeluruh, bukan secara terlepas – lepas.
Dengan demikian : tesis / pengungkapan maksud = kerangka karangan = karangan = ringkasan .





sumber : http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/struktur-karangan-ilmiah/

STRUKTUR KARANGAN ILMIAH

Sebuah kerangka karangan mengandung rencana kerja, memuat ketentuan ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus di perinci dan di kembangkan. Kerangka karangan menjamin suatu penyusunan yang logis dan teratur, serta memungkinkan seorang penulis membedakan gagasan-gagasan utama dari gagasan gagasan tambahan. Sebuah kerangka karangan tidak boleh diperlakukan sebagai suatu pedoman yang kaku, tetapi selalu dapat mengalami perubahan dan perbaikan untuk mencapai suatu bentuk yang semakin lebih sempurna. Kerangka karangan dapat berbentuk catatan catatan sederhana, tetapi dapat juga berbentuk mendetil, dan di garap dengan sangat cermat .

Secara singkat dapat di katakan kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis garis besar dari suatu karangan yang akan di garap









sumber : http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/struktur-karangan-ilmiah/

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.

Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.







sumber :http://daudp65.byethost4.com/mki/mki7.htm

ciri karya ilmiah

Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Objektif.

Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.

2. Netral.

Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

3. Sistematis.

Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

4. Logis.

Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

5. Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan).

Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

6. Tidak Pleonastis

Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).

7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.





sumber :http://daudp65.byethost4.com/mki/mki7.htm

karya ilmiah

Karya ilmiah lazim juga disebut karangan ilmiah. Lebih lanjut, Brotowidjoyo menjelaskan karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).

Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah biasa dijadikan acuan (referensi) ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Isi (batang tubuh) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Menurut John Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu (1) mengenali dan merumuskan masalah, (2) menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis, (3) merumuskan hipotesis atau dugaan hasil sementara, (4) menguji hipotesis, dan (5) menarik kesimpulan.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang tertentu yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal, ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan verifikasi terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.





sumber : http://daudp65.byethost4.com/mki/mki7.htm

Kamis, 06 Oktober 2011

Steak Warung Steak


Steak memang bukan makanan yang aneh dan mahal lagi untuk zaman saat ini dan peminat makanan yang satu ini tambah hari kian banyak peminatnya, makanan ini memang sudah menjadi makanan wajib dan tidak asing bagi pencintaNya , memang sudah banyak yang menjual berbagai macam Steak sampai-sampai ada yang membuat Steak tempe hal itu sah-sah saja untuk menarik minat para pencinta Steak itu sendiri, salah satu yang menjual dan menyajikan menu makanan dari berbahan daging ini adalah Warung Steak memang sudah sangat terkenal dan banyak pelanggannya, WS telah membuka cabang yang banyak salah satunya ada di daerah Margonda Depok ini , disini banyak menyajikan berbagai macam Steak dan makanan lainNya dan berbagai macam pilihan Minuman yang bisa menemani kita untuk menyantap Steak. Untuk masalah harga sangat bersahabat dari segi tempat mereka juga menyajikan tempat yang nyaman untuk tempat makan dan berkumpul bersama keluarga, saudara, teman bahkan pacar sekalipun, untuk cintra rasa tidak kalah enaknya seperti restoran-restoran Steak mahal.dari segi pelayanannya pun sangat bersahabat tidak perlu terlalu lama menunggu makanan dan minuman yang kita pesan sudah tersedia dan siap disantap. Bagi yang belum pernah mencoba Steak di WS dan ingin mencobanya diharapkan mencoba apalagi para pencinta Steak wajib untuk mencobanya.








fatma ambar sari 3EB10 TUGAS softskill bahasa Indonesia 2